Seringkali apabila badan terasa terlalu lelah lalu tetap memaksakan diri beraktivitas, masuk angin pun tidak dapat dihindari. Sebenarnya apakah masuk angin itu? Apakah bisa dijelaskan secara ilmiah?
Masuk angin merupakan istilah yang hanya dikenal di Indonesia, merujuk pada gejala seperti kedinginan, demam, perut kembung (terasa berisi angin), batuk, flu, sering buang angin, hingga mual. Kondisi ini terjadi ketika imunitas tubuh menurun disertai faktor eksternal yang mungkin saja memicu masuk angin. Dalam dunia medis tidak ada istilah masuk angin secara gambang, namun beberapa pengobatan tradisional terbukti mampu mengurangi gejala masuk angin.
Penyebab Masuk Angin

Illustration by nyunyu
Masuk angin bisa disebabkan oleh beberapa faktor, internal dan eksternal. Sebenarnya faktor internal hanya faktor pendukung dalam memicu masuk angin. Faktor internal adalah turunnya imunitas tubuh karena kurangnya istirahat, kurangnya asupan sehari-hari, maupun beraktivitas terlalu berat. Faktor eksternal adalah cuaca yang tidak bersahabat. Umumnya masuk angin sering diderita pada saat musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya. Angin cukup besar pada peralihan musim ini dan seringkali angin yang disalahkan sebagai penyebab masuk angin.
Angin bukanlah penyebab masuk angin walaupun istilah ‘masuk angin’ merujuk pada hal tersebut. Masuk angin disebabkan oleh mekanisme penyempitan pembuluh darah karena tubuh terpapar cuaca yang dingin (dalam hal ini angin pasti menyebabkan cuaca terasa dingin). Penyempitan pembuluh darah ini merupakan reaksi tubuh agar tubuh tidak mengeluarkan kalori berlebihan sehingga tidak terjadi penurunan suhu pada tubuh. Namun, efek dari penyempitan pembuluh darah dapat dirasakan yakni pegal-pegal. Pegal-pegal yang terjadi disebabkan oleh aliran darah yang kurang lancar sehingga asam laktat yang merupakan hasil metabolisme terakumulasi pada otot.
Lalu mengapa perut terasa kembung kalau angin tidak masuk tubuh?
Perut kembung adalah satu hal yang selalu dirasakan ketika masuk angin. Hal ini sebenarnya terjadi karena melambatnya pergerakan peristaltik usus yang berujung pada tertampungnya gas di saluran pencernaan.
Telat Makan, Salah Satu Faktor juga kah?
Di samping masalah perut kembung, telat makan juga turut memicu terjadinya masuk angin. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung, yang dipicu oleh telat makan atau karena asupan makanan yang justru menambah produksi gas dalam saluran pencernaan. Seharusnya makanan diubah menjadi energi dan tersisa ampasnya, namun ada beberapa jenis makanan yang sulit dicerna sehingga merangsang produksi gas. Misalnya pada intoleran laktosa yang tidak memiliki enzim laktase, produk susu tidak dapat tercerna dengan baik sehingga memicu produksi gas dalam saluran pencernaan untuk fermentasi.
Beberapa makanan justru menambah rasa kembung pada perut, oleh karena itu ada baiknya makanan seperti itu dihindari agar tidak memicu atau memperburuk masuk angin. Beberapa makanan yang dimaksud adalah kacang-kacangan, buah yang kaya akan gula (pir, apel, pisang), beberapa sayuran seperti kembang kol dan brokoli, bahan makanan yang kaya akan karbohidrat seperti kentang dan gandung, produk susu, dan minuman bersoda. Sebaliknya, untuk mengatasi gejala masuk angin diharapkan untuk meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi seperti melon dan pepaya, dan meningkatkan konsumsi protein.
Bagaimana Cara Menghindari Masuk Angin?

Ayo hidup sehat!
Tentunya ada banyak cara untuk menghindari masuk angin, mulai dari asupan yang kaya akan serat, pola makan yang baik, olahraga, hingga menjaga diri dari stress. Apa saja yang bisa dilakukan?
- Pola hidup yang teratur dan seimbang, yakni dimulai dari jam tidur yang cukup, aktivitas yang tidak melampaui kemampuan tubuh, hingga pola makan yang teratur akan membantu tubuh selalu bugar setiap hari dan tidak rentan terhadap penyakit.
- Olahraga cukup juga dapat menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari masuk angin yang juga merupakan gejala flu. Cukup sulit menerapkan olahraga yang cukup, namun hal ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki selama 30 menit sehari seperti berjalan pulang dari kantor.
- Konsumsi jamu, vitamin, dan suplemen juga membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh ketika sedang butuh lembur atau aktivitas ekstra. Ada kalanya jajan atau makan di luar kurang terjamin gizinya apabila makan di rumah, tidak ada salahnya untuk selalu menyediakan suplemen-suplemen yang dibutuhkan.
- Berpakaian dengan baik dan sesuai kebutuhan, misalnya mengenakan baju hangat ketika harus pergi di malam hari (terutama apabila mengendarai motor), mengenakan sepatu tertutup, hingga mengenakan masker.
- Jaga pikiran tetap positif dan menghindari stres. Menjaga pikiran positif dapat menjauhkan diri dari stres. Refreshing dan liburan yang cukup juga bisa menolak efek stres yang datang. Hormon kortisol yang ada ketika stres dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang penyakit.
Demikianlah sekilas mengenai masuk angin. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu pembaca sekalian untuk lebih menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tunggu artikel kami lainnya mengenai kesehatan tradisional ya! Stay tune!
