Hai! Kali ini ApaKataDunia mau bahas mengenai hewan yang menjadi penyebab kematian manusia. Ada saja hewan yang tidak diprediksi loh. Yuk dibahas dari nomor 10.
- Hiu, Serigala, dan Kuda
10 – 20 korban meninggal per tahun
Peringkat 10 dihuni oleh dua karnivora, namun ada juga kuda di sini. Hiu memang dikenal sebagai salah satu predator menakutkan di lautan lepas. Dengan kemampuan dan naluri berburunya yang hebat, hiu sangat ditakuti di antara kalangan ikan lainnya (berdasarkan survei bawah laut yang dilakukan Nemo – just kidding). Namun, sangat jarang ditemukan kasus kematian yang disebabkan langsung oleh hiu karena predator laut ini sangat jarang ikut bermain bola di pantai.
Serigala merupakan salah satu hewan yang hidup berkelompok, kasus yang memakan korban umumnya diakibatkan oleh kesalahan manusia yang mengganggu kawanan tersebut. Ingat, jangan sekali-kali menggoda hewan karnivora walaupun sudah terbiasa. Naluri berburu predator bisa timbul kapan saja rangsangan diberikan.
Kuda memang bukan pemangsa hewan lain layaknya hiu dan serigala. Hewan ini cenderung bersahabat dengan manusia bahkan tidak mungkin seekor kuda memangsa manusia. Layaknya semua makhluk hidup, kuda juga punya kemampuan untuk melindungi diri sendiri dari bahaya dengan sepakan kaki belakangnya yang bisa mematahkan tulang rusuk manusia dengan sekali tendang. Angka kematian terbesar oleh kuda berkaitan dengan olahraga rodeo, dimana kuda menyebabkan 20 korban meninggal setiap tahunnya.
- Singa
100 korban meninggal per tahun

Jarang sekali ditemukan singa yang memburu manusia. Namun beberapa wilayah di Afrika mengalami hal ini. Sepanjang kasus kematian akibat singa ditemukan, singa jantan lah yang mengakibatkan kematian manusia. Singa memang bukan merupakan predator yang paling cepat dan lincah, namun kekuatan singa sangat sulit dikalahkan, mulai dari kakinya, badan, hingga rahangnya yang sangat kuat. Naluri membunuh singa jantan sangat tinggi, terutama pada saat malam hari dimana korban terjebak dalam kegelapan.
- Kuda Nil dan Gajah
500 korban meninggal per tahun
Sebenarnya satwa yang satu ini sangat lucu, apalagi kalau dibuat sebagai karakter kartun. Kuda nil juga termasuk herbivora yang sangat jelas tidak akan mungkin memangsa manusia. Namun jangan sekali-kali membuat hewan satu ini tersinggung atau marah. Kuda nil mampu berlari dengan cepat dan mampu menyeruduk korban layaknya badak yang sedang mempertahankan diri. Cukup menyeramkan bukan?
Demikian juga dengan gajah. Gajah bukanlah hewan berukuran kecil yang bisa dipelihara di dalam rumah (sudah jelas faktanya, tidak perlu dibuktikan secara ilmiah). Memang naluri alamiah herbivora adalah mempertahankan diri, apalagi ketika pemburu mencari gajah untuk diambil gadingnya. Tidak jarang kumpulan gajah akan mengamuk dan memberikan perlawanan. Jangan dibayangkan bagaimana rasanya terinjak oleh gajah. Pasti sakit.
- Buaya
1.000 korban meninggal per tahun

Predator yang satu ini cukup cocok berada di jajaran hewan penyebab kematian manusia. Buaya merupakan salah satu hewan dengan rahang yang paling kuat di muka bumi ini. Bahkan dengan kekuatannya, buaya mampu menaklukan hewan-hewan yang berukuran besar, seperti kerbau, sapi, bahkan sesama predator seperti hiu pun ikut dilumatnya. Tidak jarang juga kasus buaya masuk ke dalam kolam renang warga yang tinggal di daerah Australia. Pembangunan yang cepat ternyata turut menggusur habitat mereka sehingga terpaksa para buaya mencari tempat “berendam” yang lain.
- Cacing Pita dan Cacing Gelang/Ascaris
2.000 korban meninggal per tahun
Cacing pita berbeda dengan yang sering ditemukan di tanah. Cacing pita hidup di saluran pencernaan vertebrata, termasuk manusia. Kendati tindakan preventif maupun kuratif bisa dilakukan, nyatanya cacing pita menelan korban 100 kali lebih banyak dibandingkan serangan hiu.
Mirip dengan cacing pita, cacing Ascaris hidup dalam tubuh. Cacing dapat masuk melalui makanan contohnya. Ketika telur menetas, cacing ini mampu melubangi dinding usus serta memberikan masalah pada paru-paru serta saluran pernapasan. Sangat mengerikan apabila aktivitas parasit ini dapat dilihat dengan mata telanjang.
- Kalajengking
5.000 korban meninggal per tahun

Ukuran kalajengking memang kecil, tapi jangan pernah coba-coba main dengan kalajengking ya. Kalajengking berbentuk khas seperti lobster dengan capit yang melata di tanah disertai ekor dengan sengat yang memiliki racun. Ada sekitar 25 jenis kalajengking yang memiliki racung mematikan dan sekitar 5.000 korban meninggal akibat racun tersebut setiap tahunnya. Racun kalajengking merupakan racun yang bersifat neurotoksik alias menyerang sel saraf secara langsung. Pokoknya berhati-hatilah kalau bertemu hewan ini, jangan dipanggang layaknya udang dan lobster ya.
- Anjing
25.000 korban meninggal per tahun

Anjing memang seringkali dijadikan peliharaan dan menjadi sahabat bagi manusia. Namun, bagaimana apabila anjing yang terjangkit rabies? Pastinya sudah tidak bersahabat lagi. Anjing penderita rabies bisa bertahan lama dan tidak menunjukan gejala apapun. Namun, apabila virus mulai aktif bisa saja korban langsung mati. Sangat mengerikan karena sulit diduga waktunya. Sebaiknya vaksinasi rabies dilakukan sedini mungkin.
- Ular
50.000 korban meninggal per tahun

Ular merupakan reptil yang unik, berbagai ukuran, berbagai warna, hingga kemampuannya dalam berburu. Secara sederhana, ular dibagi menjadi dua kelompok yakni berbisa dan tidak berbisa. Ular berbisa pun dapat dibagi menjadi kelompok bisa lemah, bisa sedang, dan bisa kuat. Bisa tersebut dapat melumpuhkan hewan-hewan buruan ular, mulai dari tikus, burung, bahkan manusia sekalipun. Sedangkan ular tidak berbisa bukan tidak berbahaya. Umumnya ular ini membunuh mangsanya dengan melilit korban hingga remuk tulangnya dan dapat dilahap. Pemburu yang efektif ini menelan korban hingga 50.000 orang setiap tahunnya.
- Lalat TseTse
500.000 korban meninggal per tahun

Sebenarnya bukan lalatnya yang berbahaya, namun penyakit yang dibawanya mampu membuat manusia tertidur abadi alias meninggal dunia. Lalat ini bergerak berkelompok dan sangat suka menyerang manusia. Diperkirakan ada 500.000 orang meninggal akibat penyakit tidur di Afrika setiap tahunnya.
- Nyamuk
Hingga 1 juta korban meninggal per tahun

Duh, siapa sih yang tidak tahu nyamuk? Hewan ini sangat kecil namun terkenal, bahkan ada di lagu bersama cicak sang pemburu loh. Hewan ini mampu menyebarkan berbagai penyakit, mulai dari malaria, demam berdarah, hingga Zika. Gigitan nyamuk menyebabkan gatal-gatal, namun lebih berbahaya apabila nyamuk tersebut membawa virus. Pembasmian nyamuk lebih efektif apabila dilakukan secara preventif, terutama dari tempat tinggal. Jangan ada air menggenang, pastikan saluran air lancar, gunakan kasa nyamuk pada ventilasi, dan sebagainya. Tidak disangka bahwa nyamuk menjadi raja pembunuh manusia dari seluruh hewan lainnya.
Nah, sekian dulu pembahasan dari ApaKataDunia. Stay tune untuk berbagai artikel menarik lainnya ya. Be Sociable, SHARE!
