Hai! Sebelum mulai, kami perkenalkan dahulu bahwa tim ApaKataDunia merupakan lulusan Bioteknologi dari Universitas Pelita Harapan yang dimotori oleh angkatan 2012 (tahun masuk). Kali ini kami ingin menceritakan apa saja yang dipelajari selama kami kuliah. Mulai dari awal kuliah hingga lulus. Pertama-tama kami akan bercerita mengenai profil jurusan kami.
Bioteknologi UPH berdiri sejak tahun 2007, tergabung dalam Fakultas Sains dan Matematika hingga berubah menjadi Fakultas Sains dan Teknologi pada tahun 2013. Ketua Jurusan Bioteknologi UPH, yakni Dr. Reinhard Pinontoan merupakan ilmuwan dengan latar pendidikan dari Jepang dan telah melakukan berbagai riset di sana. Pada akhirnya beliau terpanggil kembali ke Indonesia untuk mengajar. Terdapat organisasi resmi dalam jurusan ini, yakni Himpunan Mahasiswa Bioteknologi yang berdiri sejak tahun ajaran 2014/2015 (pada awal berdiri jurusan merupakan Senat Fakultas yang akhirnya berdiri masing-masing menjadi Himpunan Mahasiswa). Perlu diketahui, ketua Himpunan Mahasiswa Bioteknologi pertama adalah Catherine Theresia Roeroe yang sekaligus merupakan Miss UPH Scholar 2014. Hal ini membuktikan bahwa belajar sains bukan berarti menjadi kutu buku loh.

Penampilan Raisa pada UPH Festival 2012
UPH tidak mengenal adanya ospek atau perploncoan. Pada pekan pertamanya, mahasiswa baru disambut dalam UPH Festival. Dalam festival ini ada banyak seminar, baik bagi mahasiswa maupun orang tua, permainan antar jurusan dan fakultas, hingga pengenalan kampus. Jadi, festival diadakan untuk menyambut mahasiswa baru layaknya yang sudah diterapkan di luar negeri. Bahkan setiap tahunnya, penutupan UPH Festival selalu meriah. Misalnya pada tahun 2012 ditutup dengan laser show dan penampilan Raisa. Sebenarnya, setiap tahun selalu ada penampilan artis-artis ternama di UPH. Sebut saja Raisa yang tampil membawakan 7 lagu dalam acara ArtVenture, Abdul and The Coffee Theory, Barry Likumahuwa Project, dan masih banyak lagi yang tampil selama tahun ajaran 2012/2013. Selain itu, penampilan-penampilan tersebut gratis loh. Alias tidak dipungut biaya. Oke, sekian mengenai artisnya hehe.
Layaknya universitas lain, ada pelajaran mata kuliah pokok yang disediakan oleh jurusan dan mata kuliah umum yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa UPH. Untuk jurusan bioteknologi, mata kuliah pokok dimulai dari hal yang dasar, hingga semakin rumit setiap tahunnya. Mulai dari biologi umum, pengantar bioteknologi, kimia dasar, kalkulus hingga yang rumit seperti genetika molekular, teknologi rekombinan DNA, serta teknologi bioproses dan fermentasi. Pusing? Semuanya mudah kok karena dosen mampu menyampaikan materinya dengan baik kepada setiap mahasiswa. Untuk mata kuliah umum, kurang lebih mirip-mirip dengan universitas lain, seperti agama (terbuka untuk seluruh agama), Pendidikan Kewarganegaraan, kepemimpinan, sejarah, hingga literatur maupun bahasa asing. Kelebihan UPH, ada mata kuliah komunikasi profesional dan kewirausahaan/entrepreneurship yang wajib diambil oleh mahasiswa bioteknologi. Bahkan untuk mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa wajib membuat suatu produk untuk dipresentasikan pada ujian akhir. Kami akan menceritakan satu per satu grup mata kuliah yang dipelajari dalam artikel lain kok, stay tune!
Pada tahun ajaran akhir, mahasiswa bioteknologi diwajibkan menjalankan program kerja praktek selama dua bulan dan penelitian selama enam bulan. Jadi bukan salah satu loh, tapi keduanya. Sejauh ini, mahasiswa bioteknologi telah melakukan kerja praktek di berbagai perusahaan hingga institusi pemerintah seperti BPOM dan salah satu kementerian di Indonesia. Untuk perusahaan disebut merknya saja ya, yakni Bayer, bir Bintang, Prodia, Kalbe, Martha Tilaar, Monsanto, Sampoerna, Greenpeace, dan masih banyak lagi. Pada tahap akhir, yakni skripsi yang berbentuk penelitian, mahasiswa diwajibkan memiliki topik atau bahasan unik untuk diteliti. Sejauh ini, skripsi mahasiswa UPH memiliki topik seputar bioteknologi medis, mikrobiologi, biologi molekular, teknologi pangan, hingga kultur jaringan. Namun, jurusan bioteknologi berkolaborasi dengan jurusan lainnya untuk memunculkan topik baru yang diteliti. Hal ini tentunya bertujuan untuk menampung minat dan bakat seluruh mahasiswa. Ada topik mengenai biofarmasi (meneliti zat aktif tanaman), bioteknologi lingkungan (deterjen alami dan dekoloran dari bakteri), hingga Microbial Fuel Cell atau sel/baterai dari bakteri. Bagaimana? Menarik bukan?
Intinya, belajar bioteknologi di UPH sangat menyenangkan. Bahkan ada teman sekelas kami yang asli loh dari Korea. Di jurusan ini kami tidak dituntut untuk belajar saja, namun harus bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat (bisa dalam kewirausahaan, kerja praktek, penelitian). Kalau dihitung-hitung ada ratusan praktikum yang pastinya dilakukan oleh seorang lulusan bioteknologi UPH dimana seluruhnya tidak dibantu oleh laboran loh, mahasiswa mengerjakan sendiri hingga hal yang kecil sekalipun (misalnya mencuci dan menimbang bahan). Lulus dari UPH, hampir dipastikan setiap orang mampu mengoperasikan laboratorium sendiri (siapa tahu bakal punya laboratorium pribadi kan). Saat ini, lulusan bioteknologi UPH tersebar hingga mancanegara, ada yang bekerja hingga meneruskan pendidikan hingga S3. Hebatnya, kebanyakan memperoleh beasiswa loh! Ada yang ke US, Inggris, Australia, hingga Jepang! Harus bangga dong jadi alumni UPH.
Oke deh, kali ini sekian dulu ceritanya. Lain kali kami akan ceritakan mengenai mata kuliahnya lebih detil ya. Semoga bermanfaat!
