Apakah Anda memperhatikan nominal harga dengan teliti saat berbelanja? Apakah Anda menyadari terdapat keunikan pada nominal harga yang akan Anda bayar? Atau pernahkah mendengar promosi “Harga tiga juta-an saja”? Pasti sangat lazim Anda temukan dalam kegiatan sehari-hari bukan?

Nominal Rp 999.000 memiliki kesan lebih murah dibandingkan Rp 1.000.000, nominal Rp 2.999.000 memiliki kesan lebih murah dibandingkan Rp 3.000.000. Walaupun selisihnya hanya Rp 1.000 saja, rasanya ada jarak cukup jauh antara kedua nominal tersebut. Strategi marketing ini merupakan charm pricing dimana nominal diatur agar memiliki dampak psikologi terhadap calon pembeli.

Angka 9 dimanfaatkan untuk menurunkan digit nominal yang paling kiri. Apabila digit paling kiri tidak berubah, kesan perubahan atau selisih nominal tidak terasa signifikan. Misalnya Rp 2.599.000 tidak terasa berbeda dibandingkan Rp 2.600.000. Efek psikologis ini hanya terasa signifikan apabila digit paling kiri dari nominal berubah. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Manusia memiliki kebiasaan untuk membaca secara cepat atau sekilas (skimming). Umumnya, manusia hanya membaca bagian yang dianggapnya penting, misalnya pada awal kalimat atau angka. Efek inilah yang dimanfaatkan marketer untuk mempromosikan barangnya melalui charm pricing. Oleh karena itu, nominal yang ditentukan harus tetap rasional, dimana nominal tersebut tidak menyebabkan konsumen menjadi teliti terhadap nilai yang sebenarnya. Apa maksudnya?

Sebagai contoh nominal awal sebesar Rp 630.000 diubah menjadi Rp 629.900. Konsumen akan memikirkan nilai sesungguhnya dari nominal tersebut, dengan kata lain konsumen menjadi teliti terhadap selisih harga tersebut. Ini merupakan efek samping yang dihindari oleh marketer dalam menentukan nominal harga menggunakan angka 9.

Begitu pula dengan menentukan diskon. Tidak jarang marketer menggunakan strategi ini untuk memberikan dampak selisih harga yang besar secara psikologis. Contohnya dalam satu kasus, marketer hendak menentukan diskon produk A dari Rp 10.500 menjadi Rp 8.900, bukan Rp 8.000 atau Rp 8.100, dst. karena dampak perubahan angka 9 hanya signifikan ketika digit paling kiri berubah.

Banyak promosi yang menggunakan charm pricing guna menggaet sebanyak-banyaknya konsumen. Contoh paling sederhana adalah ketika Anda ingin membeli smartphone yang dipromosikan seharga 2 juta-an dengan sistem pre-order. Namun harga aktualnya sebesar Rp 2.999.000 akan menyebabkan Anda merogoh kocek lebih dalam.

Oleh karena itu sebagai konsumen, telitilah terhadap harga yang akan Anda bayar dan selalu bijak dalam membelanjakan uang Anda ya!

Noel Bentara Immanuel
Student of MBA Tech, President University

Be Sociable, SHARE!